Australia-Singapura Perkuat Kerja Sama Intelijen

Posted by Fananie Official on Sabtu, 23 Agustus 2014

Australia-Singapura Perkuat Kerja Sama Intelijen - Fananie Official | Australia dan Singapura pada Jumat berjanji untuk memperkuat kerja sama intelijen dalam menghadapi kekhawatiran mengenai ancaman yang ditimbulkan jihadis yang kembali ke negaranya setelah berperang di Suriah dan Irak.

Menteri dari kedua negara memperingatkan akan bertambahnya risiko yang timbul dari kembalinya para pejuang yang kini menjadi radikal dan memiliki kemampuan canggih untuk melancarkan serangan teror.

“Dalam konteks kontra-terorisme dan kontra-radikalisasi ini... kami merasa kita bisa bertukar lebih banyak informasi karena jika ancaman ini terjadi, maka itu akan berpengaruh terhadap semua penduduk dari semua ras dan wilayah,” kata Menteri Pertahanan Singapura Ng Eng Hen dalam konferensi pers gabungan dengan Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop.


Bishop mengatakan Canberra “juga sedang berdiskusi dengan rekan kami di Indonesia, Malaysia, dan Filipina karena ini bukanlah masalah sendiri-sendiri.”

“Jika orang-orang yang disebut pejuang asing itu kembali ke Australia, ke wilayah kita, maka mereka menimbulkan ancaman,” katanya.

“Mereka adalah ekstremis yang lebih keras dan berpengalaman yang sudah mengikuti berbagai peristiwa dan aktivitas teroris di luar negeri,” katanya.

Asisten Menteri Pertahanan Australia Stuart Robert mengatakan kerja sama informasi dengan Singapura yang diperkuat tersebut mencakup “beberapa area terorisme, ekstremisme, pejuang asing dan pertumbuhan ekstremisme dalam negeri.

msn.com

Blog, Updated at: 02.14

4 komentar:

  1. kalo kerjasama di bidang intelijen, kayaknya rawan ya mas buat sebuah negara? atau malah menguntungkan? ada implikasi pertukaran data intelijen yang sifatnya rahasia bukan?

    BalasHapus
  2. Kelompok garis keras ISIS telah menjadi ancaman global kayaknya yang menjadikan intelejen antar negara yang bekerja secara rahasia pun bekerja sama

    BalasHapus
  3. wah ancaman teroris yang ngaku atas nama Islam memang menakutkan, di lain pihak umat Islam jadi kena dampak negatifnya :(

    BalasHapus
  4. merea melakukan kerjasama intelijen, salah satu tujuannya mungkin memata-matai indonesia. namun indonesia juga faham akan hal ini. yang anehnya, mereka mengatakan menunggu waktu yang tepat dan bukti untuk bertindak. kalau menunggu terus kapan selesainya ya gan. ok makasih atas artikel yang menarik ini. salam sahabat blogger dan ditunggu silaturrahmi baliknya di bengkel blogger.

    BalasHapus

Pengikut